Tampilkan postingan dengan label Pergulatan Iman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pergulatan Iman. Tampilkan semua postingan

Rabu, 09 Februari 2011

Ingatlah aku TUHAN..

Rabu, 09 Feb '11
20.05

Ingatlah akan aku ya TUHAN..
berapa lama lagi
aku menantikan  pertolonganMU?
bukankah aku juga adalah anakMU?

Aku memang manusia yang tidak tahu diri..
yang degil, kecil dan hina..
sebab aku melakukan banyak hal
yang menyakitiMU..

Jangan tinggalkan aku..
aku tak sanggup hidup tanpaMU
Berpalinglah ya TUHAN 
dari kemurkaanMu

Memang aku manusia bodoh
yang mengejar kesia-siaan?
bahkan aku sendiri tidak mengenal
siapakah aku sesungguhnya?

aku manusia yang degil dan bebal..
dan semua orang adalah bebal dan
tidak ada yang sempurna..
ENGKAU MAHA TAHU.

Tamparlah aku dan hajarlah aku..
dengan demikian ENGKAU menunjukkan kasihMU kepadaku
biarlah aku termasuk orang yang ENGKAU kasihi ya ALLAH
dan buatlah hambaMU yang bodoh ini mengerti.

aku bebal? degil? kerdil? bodoh?
tidak tahu diri? dan perusak?
aku manusia jahat di mataMU, ya ALLAH?

biarlah manusia penuh dosa ini,
mendapat belas kasihMU..

ya YESUS, tolong aku..
kasihani aku ya ANAK DOMBA ALLAH

22.18

Jumat, 04 Februari 2011

Tepian..

Jumat, 04 Feb'11
19.04

Tepian..
Adakah?
Aku tak sanggup melewati jalan ini

Semua tampak seperti kelokan..
terjal dan berliku.
Dimanakah
tepian itu?

lihatlah jurang besar ini?
bagaimana aku bisa melewatinya?

Aku lelah dan aku tak sanggup
bagaimana melewati jurangku ini?
aku tak bisa memakai
salibku yang terlalu kecil

Aku ingin melewati jurang ini
ya TUHAN..
Aku tidak mau hidup sia-sia
walau jurang menganga!

Aku ingin melewati ini semua


19.06

Jumat, 21 Januari 2011

Look At Me..

Jumat, 21 Jan '11
21.54


Look At Me

I look at my self and see : how weak i am.. 
sometimes i can't handle all things..
and i cried.. because i'm only human.. 
I can't do all things.

I'm thirsty..





Please.. fill my cup, LORD..
i bow down before YOU..
i love my daughters and my family.. and my friends
and sometimes i'm worry about them..

But  YOU, O LORD, be not far off.. :(
o my STRENGTH, come quickly to help me
i trust in YOU, GOD!
even.. in my bad momments..

Lead us not into temptation,
but deliver us from evil one.
be my KING in my life
i want YOU more in my life..

sometimes i fall from my position:
and i do wrong.. failed..
i'm worry about tomorrow..
forgive me GOD..

wash my sins with YOUR HOLY BLOOD..
my body longs for YOU,
in a dry and weary land
where there is no water.

like a deer needs a river..
please fill my heart with YOUR LOVE..
so i can shine my little world, GOD..
give me YOUR strength.

I'm empty.. without YOU..
please stand by me..
Amen..

22.28

Kamis, 28 Oktober 2010

Kasih Itu.. Apa?

Kamis, 28 Okt '10
19.55

 Sekalipun aku dapat berkata-kata 
dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat, 
tetapi jika aku tidak mempunyai kasih,
aku sama dengan gong yang berkumandang 
dan canang yang gemerincing. 
  Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat
dan aku mengetahui segala rahasia 
dan memiliki seluruh pengetahuan; 
dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna 
untuk memindahkan gunung, 
tetapi jika aku tidak mempunyai kasih,
aku sama sekali tidak berguna. 

  Dan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku,
bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar,
tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, 
sedikitpun tidak ada faedahnya bagiku. 


  

Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. 
Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. 

  Ia tidak melakukan yang tidak sopan 
dan tidak mencari keuntungan diri sendiri.
Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. 

 Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, 
tetapi karena kebenaran. 

Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, 
mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu. 

 Kasih tidak berkesudahan; nubuat akan berakhir; 
bahasa roh akan berhenti; pengetahuan akan lenyap. 

  Sebab pengetahuan kita tidak lengkap dan nubuat kita tidak sempurna. 

Tetapi jika yang sempurna tiba, maka yang tidak sempurna itu akan lenyap.
Ketika aku kanak-kanak, aku berkata-kata seperti kanak-kanak, 

aku merasa seperti kanak-kanak, aku berpikir seperti kanak-kanak.
Sekarang sesudah aku menjadi dewasa, 
aku meninggalkan sifat kanak-kanak itu. 

 Karena sekarang kita melihat dalam cermin 
suatu gambaran yang samar-samar, 
tetapi nanti kita akan melihat muka dengan muka. 
Sekarang aku hanya mengenal dengan tidak sempurna, 
tetapi nanti aku akan mengenal dengan sempurna, 
seperti aku sendiri dikenal. 

Demikianlah tinggal ketiga hal ini, 
yaitu iman, pengharapan dan kasih, 
dan yang paling besar di antaranya ialah
kasih.

Aku, manusia tiada sempurna
20.09

Sabtu, 09 Oktober 2010

Elia dan Burung gagak

Sabtu, 9 Okt '10
20.20
Sudah beberapa kali aku membaca kisah tentang nabi Elia dan burung gagak.. Tetapi semuanya memberikan nuansa dan kesan yang terus berbeda. Aku suka membaca bagaimana cara ALLAH memelihara umatNYA.

Selalu ada cara istimewa dan unik.. Terkadang sungguh ga masuk akal..
Dari saat penciptaan dan sampai saat pemberian manna dari sorga kepada umatNYA.
Berarti.. bukankah itu menunjukkan ke-MAHAKUASAAN-NYA? Menunjukkan ketertundukan seluruh ciptaanNYA kepada perintahNYA.

Lalu saat pelarian Nabi Elia selama diam di tepi sungai Kerit di sebelah timur sungai Yordan
(I Raja-raja 17:5-6), lihatlah bagaimana burung-burung gagak itu membawa roti yang diperintahkan TUHAN..



Hmm.. Ada yang bisa membantah peristiwa itu semua?

Burung gagak yang taat perintah TUHAN untuk memelihara Elia.. sungguh menguatkan imanku.. Jikalau ALLAH sejak jaman dahulu melakukan keajaiban karya kasihNYA.. Tidakkah  IA akan memelihara kita juga?

Nantikanlah dan mari nikmati bagaimana cara ALLAH memelihara kita dengan waktu dan caraNYA yang dahsyat,personal dan juga unik.


Sembah sujud di kakiMu..
aku.. anakMU,
20.35













Kamis, 07 Oktober 2010

Di son do ahu DEBATA.. Dok ma HATAM..

Kamis, 7 Okt '10
15.44


Ale Debatangku na Badia.. Ro do ahu tu ho ..
Di son do ahu.. sadia leleng nai o Debata.. 
alusonMu ahu? Ndang ahu boruM?
Apala lungun situtu do ahu..


I know, YOU are THE LIVING WATER..
Ma uas do ahu di hataM..
Gokhi ma rohangkon with YOUR HOLY WORDS..


Di son do ahu DEBATA.. dok ma HATAM..


Pangkulingi ahu o, TUHAN..















Adong do nasala na hubaen?


Dok ma HATAM..


Ahu boruM
16.10



Senin, 04 Oktober 2010

Bumbu Kehidupan..

Senin,  4 Okt' 10
17.33

Hidupku penuh bumbu..
Kuberi nama : bumbu kehidupan sebuah masakan lezat kehidupan

Ada cabe rawit kemarahan..
Cuka luka masa lalu
Asam pahit penderitaan
Garam getir keraguan
Tomat manis penghiburan

Lengkuas kepahitan
Labu siam kenyamanan hidup
Bayam kekuatan


Terkadang ada juga :
Pepaya karbitan.. kesannya saja matang.. tapi palsu..
Nasi gosong, terlelap hingar bingar kehidupan..


Semua sungguh memberi cita rasa yang berbeda:
Bahwa hidup pun ternyata penuh perjuangan yang sangat kuat

Ketika aroma kehidupanku dihirup banyak orang,
Banyak komentar yang kudengar
Tentu sesuai dengan selera lidah pilu manusia


Ada yang bilang,
"Pahit sekali aroma mu!"


Aku hanya terdiam..


Ada yang bilang,
"Cuka kehidupanmu menyeret kengerian.." 


Aku pun hanya mendengarkan.


Tapi aku suka dengan engkau yang mengatakan:
Hidupku juga diwarnai tomat penghiburan..
dan bayam ratu kekuatan..




Semua bebas berkehendak.


Aku,
bumbu kehidupan
17.43



Selasa, 28 September 2010

Tengkuk!

Selasa, 28 Sept '10
18.38

Tengkuk ku sakit!
Leherku dipukul!
sakit!

Lidah kananku sakit?
Nafasku sakit!

Sudah membiru!
Stop!

18.39

Badai Pasti Berlalu ( tapi hati-hati ada petir!)

Selasa, 28 September '10
16.03

Aku memandang ke langit nun jauh di atas sana . Kulihat awan begitu gelap. Pekat sekali. Hatiku ciut. Nyaliku menyusut. Dan semakin lama, kurasakan adanya tekanan angin yang meningkat.. Seiring denyut nadiku yang bergelora.

Aku merasa cemas.. Aku hanya seorang diri dengan bersenjatakan payung kecil di tangan ku dan beratnya tas serta bawaan di tanganku.


Aku bergegas. Berharap aku tidak terjebak oleh gemuruh angin dan hempasan pekat derasnya hujan. Entah kenapa. Aku merasa takut. Aku sering merasa takut jika dalam situasi seperti ini.. Apa yang bisa aku andalkan? 


Aku selalu membawa payung.. Tapi mantel tidak.


Aku mulai melangkah  dengan tempo yang semakin cepat.. awalnya 1-2 langkah.. tapi kemudian sampai 3-4 langkah.. dan akhirnya aku mulai berlari kecil.. sebab deru angin bergemuruh keras sekali.. Payungku juga sudah mulai goyang terangkat ke sana-kemari..


dan..


Hujan pun menumpahkan luapan amarahnya. Tanpa bisa dibendung lagi.. Derasnya air mata yang ditumpahkan  langit membuatku semakin takut.. Apa yang membuat dia begitu murka di sore itu? Sampai dipanggilnya awan dan dipanggilnya angin untuk menghujamku?


Aku mencoba mencari tempat berlindung.. Berharap menemukan atap yang kokoh dan gedung kuat untuk sekedar aku berteduh sehingga aku masuk ke dalamnya.


Tapi tidak ada. Sepi dan sungguh menakutkan. Aku takut. Perjalananku masih panjang. Berbalik arah ke tempat ku semula, sungguh tidak mungkin. Aku sudah separuh jalan. Tidak ada pilihan lain, aku terus berjalan. Sambil terus menahan payungku yang sudah mulai patah satu persatu patah.


Sungguh hebat hujan ini. Badai ini begitu mengerikan. 


Aku semakin takut, pohon di seberang jalan itu pun tumbang. Pohon kekar dan kokoh itu pun roboh di saat itu. Padahal batangnya sungguh besar. Akarnya pasti tertancap kuat di pelukan bumi pertiwi. Tapi tokh ternyata, berhasil juga di landanya.


Tak ada yang bisa kuandalkan. 


Aku hanya manusia. Aku membutuhkan SANG MAHA KUAT untuk menolongku..
Aku terus berharap dan berdoa. Agar semua kemurkaan ini cepat berlalu.
Terus aku berjalan dan mengharapkan ada TANGAN ILAHI yang melingkupiku.


Lama sekali hujan badai ini.. Aku sungguh takut.
Serasa seluruh hidupku di pagut oleh kengerian dan bahaya. Seolah-olah tanpa peluang dan harapan. Berat dan ngeri. Aku takut.


Payungku telah rusak dan terbang bersama gulungan angin dan cercaan hujan. Sedangkan tubuhku sudah terkapar tak berdaya. Aku kedinginan dan beku. Tidak ada orang disekitarku.
Aku seorang diri. Lalu apa yang kulihat? Aku memandang penuh kengerian.  Aku melihat di depanku, gulungan angin puting beliung dengan kecepatan besar mulai datang ke arahku.

"Aku pasti mati. Aku pasti mati," teriakku ketakutan. Tapi sontak aku berlari dan membalikkan arahku. Aku yang tiada bertenaga ini tiba-tiba memiliki kekuatan untuk berlari sehingga aku  berharap bisa  menghindari halauan angin tersebut.

Aku tak tahu lagi, apa namanya itu. Ketika aku merasa aku mampu berlari sedemikian cepat. Seperti langkah-langkah seekor kijang yang hendak diburu Cheetah.

Yang aku tahu, aku harus berlari dan terus berlari.. Aku merasakan seperti memiliki mesin di kakiku.. Berputar sedemikian cepat dan menggulung-gulung. Seolah-olah aku tak menapaki bumi ini. Ya, aku berlari dengan nafas memburu.

Sampai tibalah aku tak kuat lagi berlari.. Aku terjatuh dan aku menutup mata. Menantikan apa yang akan terjadi setelah ini. Pasrah.. 


Waktu terus berlalu..


"Aneh," Seruku tertahan.. Setelah aku menanti sekian lama. Aku memberanikan diri membuka mata,

"Oooohhh? " Aku tak percaya. Puting beliung itu berbelok arah. Dan mengangkat serta menghempas apa saja yang di lewatinya. Aku terbelalak seram. Ajaib.

Lihatlah.. Hujan mulai mereda.. Tekanan angin pun surut.. Ketakutanku mulai berkurang. Tapi aku masih belum bisa pulih benar. 

"Uuugggghhhhh..." erangku kesakitan.

Aku mulai bangkit.. Ya, dengan susah payah.. Aku memandang luka goresan di sekujur tubuhku dan pucatnya tubuhku.. Aku sungguh-sungguh berusaha bangkit. Menapakkan jemari tanganku di basahnya tanah. Untuk membantu kakiku berpijak.. 

Lalu dengan langkah tertatih.. Aku mulai melanjutkan perjalananku..


Tapi tiba-tiba..





















Gelegar suara halilintar merobek langit sekitarku.

Aku tersungkur.

16.59


Senin, 27 September 2010

Usia Senja Kehidupan


Senin, 27 Sept '10
18.16

Seperti fajar terbit pada pagi hari dalam suatu siklus kehidupan..
Demikianlah mungkin awal dari setiap tapak kehidupan manusia

Terang, bersinar dan menimbulkan pengharapan baru
Tiap hari memang berganti.. tiada yang sama..

Selama sebelum matahari tenggelam, ada banyak hal yang dapat dilakukan..
Tapi manusia terbentur dalam kefanaan..

Surya akan tenggelam,
di sunset kehidupan..

Aku,
Manusia fana
18.26


Sabtu, 25 September 2010

.. dilepaskannya burung merpati itu..

Jumat, 24 Sept '10
19.33

Terlalu lama kepungan air itu menggeluti hidup ku ya TUHAN..
Terlalu menggulung dan melibas apapun yang dilewati..
Sementara aku tidak menyiapkan bahtera yang ENGKAU perintahkan kepada ku..

Sehingga aku harus terus berlari mencari tempat yang tinggi untuk sekedar aku berlindung..
Sekedar selamat dari kepungan air yang mengelilingiku,  menyergapku dan mulai menghempasku..
Yah. supaya aku selamat..

Padahal ENGKAU sudah memerintahkan aku untuk segera menyiapkan bahtera.. dari kayu gofir..
tapi aku tidak mengindahkan MU..

Padahal aku memang sudah mendengar ENGKAU.. ENGKAU sudah memperingatkanku..

Tapi..

Kayu gofir tidak kusiapkan..

Aku malah makan-minum, bersenang-senang dalam kehidupanku..
Seolah-olah tiada apapun yang akan terjadi..

Ya.. hidup seperti biasa.. Seperti biasa sebagai mana aku menjalani roda hidupku
Makan, minum, bekerja, bermain, berbelanja, menghabiskan hidup dengan kesukaanku..
Tokh, aku tidak melihat apa-apa.. bukankah hari esok pasti ada?

Tapi..

Ternyata tidak demikian..
ENGKAU benar TUHAN.. peringatanMU semua benar..
Tanpa aku duga .. tiba-tiba seluruh mata air terbuka..

TUHAN.. aku sudah tiba di gunung yang tertinggi..
Gunung yang terakhir aku sanggup daki..
Aku lelah TUHAN.. takut.. kehabisan daya.. aku capek..

Jangan biarkan aku.. tenggelam dalam arus air itu..

"Kayu gofir.." Aku berteriak lemah..
"Bahtera.." Aku benar-benar kehilangan nafasku..

Mengapa aku tidak mempersiapkan itu?

Mengapa aku tidak mempersiapkan diri  menghadapi halau an air bah itu?
Aku menyesal TUHAN.. Ampuni aku..
Surutkan air itu TUHAN.. Surutkan..

Beri aku kesempatan..


.. dilepaskannya burung merpati itu..

Lalu.. di antara kekuatan terakhirku.. di batas nafas pengharapanku yang tersisa.. kelebatan peristiwa bahtera Nuh pun terlihat jelas..

"Selanjutnya ditunggunya pula tujuh hari lagi, kemudian dilepaskannya burung merpati itu, tetapi burung merpati itu tidak kembali lagi kepadanya"

Aku,
yang menanti air bah itu surut..

20.06

Here my Heart, GOD..

Minggu, 12 Sept '10
20.26

Berjejak hari dalam bulan..
Terentang masa berlalu dan menanti..

Ambillah kebebasanku.. dan kemerdekaanku..
Here my heart and my life, GOD..

Walau ketulusan hatiku terkadang tiada sempurna..
dan gejolak hidupku terkadang tak menentu..

Apakah yang menentukan aku tak menentu?
Dalam perperangan jiwa dan batin?

Ketika aku mendekapmu erat..
Aku harus melepaskanmu..

Karena keinginan dan ambisiku dibatasi..
oleh dia yang lebih berarti dan berharga.

Bukankah aku bukan milikku lagi?
tentukanlah hidup supaya menentu hidupku..

janganlah gelisah dan tawar hatimu..

Here my heart GOD.. and this is my heart for YOU..

I bow before YOU..

Please GOD..

Terimalah hatiku..

-20.37-

Negeri khayalan..

Selasa, 24 Agst '10
18.40

Akh.. tiadalah engkau mendapatkan yang engkau inginkan itu.. Sadarlah.. mau kemana engkau pergi? tiada dapat kau temukan..

Ribut dan riuh engkau rasakan? jelaslah.. bukankah dunia, tempat kau berada saat ini? engkau mengatakan.. tiada yang dapat mengertimu? Hmmm.. Bukankah engkau juga tidak berusaha mengerti kami?

Ohh.. engkau hendak menyingkir? kemana? Dapatkah?

Lama sekali aku kemudian tak pernah mendengar kabar beritamu.. Sampai, tibalah hari yang mengejutkan itu.

"Heiii.. mari sini.." Engkau berkata demikian.. " Aku telah mendapatkan apa yang ku impikan.. Suasana tenang, teduh dan damai.." engkau berkata dengan suara riang dan mata yang berbinar..

"Masa sih?" aku tidak percaya perkataanmu..

"Iya, benar.. benar.." Engkau terus berusaha meyakinkanku..

"Sekarang di manakah tempat yang engkau maksudkan itu?" Akhirnya aku bertanya juga kepadamu.

"Di sana," sahutmu..

"Di mana?" Desakku menyelidik..

"Di tempatku.. di sana, di lembah yang tenang dan jauh dari keramaian.. Tiada orang di sekitarku.. Aku berada di tempat yang sangat jauh.. jauh dari kebisingan dunia.." sahutmu.

"Di manakah itu? Aku mulai menambahkan tekanan nada ku..

"Datanglah kesana.. di tempat itu .. Aku sudah menjalaninya hampir 2 tahun ini. Aku betah dan bahagia."

Aku tertegun dan terhenyak. "Mengapa engkau tinggal di tempat seperti itu? Tiada kontak dengan manusia lain? hanya engkau dan alam sekitarmu?"

"Aku mencari kedamaian," sahutmu bangga dan tenang.. Aku mendapatkan semua hal yang aku cari selama ini. Tiada pertengkaran.. tiada gangguan. Aku tidak terusik dan aku merasakan damai.. Aku sudah tidak pernah lagi emosi meluap, marah dan membenci orang.. Sungguh! aku tidak pernah lagi marah-marah dan aku tidak terlilit lagi dengan masalah keluarga.."

Hmmm.. engkau terus saja bercerita bahagia..

"dan  lagi.." sahutmu, "aku tidak lagi merasakan stress, depresi akibat tekanan dunia sekitarku!"

Aku ternganga.. Dan mulai menyadari sesuatu hal yang ganjil.

"Lalu itu yang engkau katakan damai? itu yang engkau cari?" Sahutku tergugu dan berduka.. "Damai seperti apa yang engkau rasakan itu? Dapatkah engkau merasakan jeritan hati seluruh umat manusia, jika engkau menyingkir?"

Aku menghela nafas panjang..
"Teruslah engkau menyingkir dan silahkan engkau terus bersembunyi.. silahkan nikmati damaimu.. Hiduplah dalam negeri khayalanmu."

Aku menatapnya dengan berlinang air mata.. Dan dengan nada getir, aku kembali berkata..

"Tetapi aku, aku akan terus menjalani hidup ku.. Aku tidak akan menyingkir dari dunia ini.. aku tidak mau hidup dalam negeri khayalanmu dan aku tidak mau melarikan diri dari dunia ini.. Aku.. Aku akan terus belajar menaklukkan setiap pertempuran dan pergulatan hidupku.. Kalaupun aku jatuh, aku akan bangun.. Aku mau berjuang.. dan berusaha mendapatkan dan bahkan mengalami damai itu.. walaupun pekak dunia yang kurasakan.. Aku mau hidup dalam dunia yang nyata.. Tiada damai sejati yang dapat kita peroleh ketika kita menyingkir dari hidup ini.."

Aku berdiri.. menatapnya kembali.. Kemudian mengucapkan salam perpisahan.. Dengan tekat di hatiku :

Aku akan tetap bertarung dalam pergumulan berat di dunia ini.. Aku hidup adalah semata anugerah.. Aku tidak akan menyingkir kalah.. Aku tidak mau mengakhiri hidupku dengan kesia-siaan.

"Orang yang menabur.. dengan air mata, akan menuai dengan sorak-sorai.."

Aku,
manusia..

19.24

Don't call me sister.. Don't call me brother

Sabtu, 21 Agst, '10
20.40

Jika memang aku mendapat kasihmu.. mengapa engkau tidak ada ketika aku menangis? Mengapa engkau tidak ikut menangis bersamaku? Aku mencurahkan perasaan dan penderitaanku.. tapi aku tak mendapat respon mu.. aku tak kuasa menahan semburat sendu dipelupuk mataku.. dan aku tahu engkau pasti melihatnya.. Aku menjerit terus..

Tapi, apa yang aku dapatkan? engkau hanya mengatakan, "aku mengasihimu.." dan akupun terhenyak..kata-katamu terkesan demikian indah.. tapi mengapa aku tak merasakannya? Mengapa engkau tidak meraih hatiku? Dan menenangkanku?

Mengapa kata-katamu terasa hampa? Bagaimana mungkin aku bisa merasakan kasihmu.. engkau sungguh-sungguh tidak mendengarkan aku..Aku kelaparan..dan engkau tidak memberi aku makan.. aku mengalami penderitaan dan hantaman kehidupan, dan engkau tidak memberikan bantuan..

Engkau selalu mengatakan.. "aku mengasihimu.." tapi aku tak bisa  merasakannya..

Jangan panggil aku, sister.. Tolong, jangan panggil aku brother.. aku tidak butuh sapaan seperti itu.. kata-kata itu terlalu agung bagiku.. apakah engkau sungguh mengasihiku? Sehingga engkau berulang kali dengan ringannya menyapaku "sister?" menyapaku, "brother?"
Mengapa perkataanmu terasa hampa di hatiku? Aku membutuhkan kasihmu, bukan sapaanmu..aku ingin  pengertian dan empatimu dalam penderitaanku.. jangan katakan kepadaku,
"makanlah"..
tetapi engkau tidak memberikan aku makanan.. bukan – bukan – aku bukanlah pemalas.. aku sudah berusaha.. tapi aku tak cukup..

Mengapa engkau membatu? Hatimu terbuat dari apa? Tetapi mengapa selalu saja engkau mengatakan, "aku mengasihimu?"

Salahkah aku, jika aku rindu..kasihmu nyata dalam tindakan mu.. Jikalau aku mendapat kasih dan perhatianmu.. tolonglah aku.. Jangan panggil aku 'sister' dan jangan panggil aku 'brother' jika kata-kata itu adalah pemanis belaka.. beri aku selimut.. Buatlah hatiku yakin, bahwa engkau mengasihiku.. tolonglah aku mendapatkan apa yang sepantasnya menjadi bagianku..

20.57

Gbu

Selasa, 10 Agst '10
20.41

Pemikiran dan spontanitas mengenai Gbu menyeruak dasar relung hatiku yang paling dalam.. yang mendesakku untuk menuliskan kegelisahan itu sekarang ini.. Dulu.. kata2 Gbu, alias God Bless You.. adalah sebuah kalimat yang sangat canggung ku dengar dan ku ucapkan.. Aku mendengarnya dan reaksiku adalah selalu dalam kegelisahan setiap aku mendengar teman2 berbicara seperti itu.. tetapi ketika aku mendengarnya di ucapkan oleh Pendeta atau Hamba Tuhan/Gembala Sidang, aku tidak merasakan kegelisahan itu..

Seingat ku, aku merasakan hal itu sedemikian mengguncangku, ketika aku dulu mahasiswa di IKIP Jakarta.. Mungkin sejak dari tingkat pertama, di tahun 1993.. kalau tidak salah..

Dalam permenunganku, sebenarnya tidak ada hal yang salah ketika kata-kata itu diucapkan.. bahkan ketika beberapa bulan lalu seorang Pendeta membahas itu di gereja dan dia mempertanyakan hakikat Gbu dalam setiap akhir pembicaraan atau dalam setiap pesan sms.. Aku tetap merasa sebenarnya ga salah juga bilang seperti itu.. Langsunglah, aku diingatkan kembali seolah2 aku ada pada masa-masa itu..

Kecenderungan kita mengucapkan Gbu, terkadang yang perlu kita pertanyakan.. Apakah ada Kedalaman makna teologis yg kita pahami..Adakah kedalaman hasrat hati kita untuk meng - Gbu - kan orang yang kita maksud.. Ataukah itu menjadi sebuah kebiasaan semata.. Apakah kita orang awam boleh mengucapkan itu? Adakah dasar teologisnya?

Dalam proses pergumulan waktu, pergulatan iman dan perjumpaan dg TUHAN di dalam setiap kehidupanku, aku menjumpai.. aku pun mengucapkan Gbu kepada orang yang ingin kuucapkan.. Aku berpikir dan berdoa.. apa makna ucapanku? apa tujuan ku? Benarkah aku sungguh2 ingin agar TUHAN memberkati orang tersebut?

Dan sekarang ini.. aku tidaklah segelisah dulu.. tapi aku terus mewaspadai diriku.. agar apa yg aku ucapkan, bukanlah sebagai pemanis percakapan.. atau sekedar ornamen ibadah atau sekedar pameran religiusitas yang kumiliki.. Aku berproses..