Kamis, 06 Jan '11
18.27
Waktu itu.. Hidup terasa begitu menjemukan.. karena terasa sedemikian monoton.. kungkungan rutinitas pekerjaan menekan.. sistem mengikat, menjerat dan tiada perbaikan penghasilan..
Aku berteriak dalam doaku.. Aku harus bertahan dalam pusaran hidup yang hendak menghempasku.. Jelas aku tidak mau kalah.. Terlempar keluar atau memilih bertahan?
Lalu.. Muncullah kerinduan itu tiba-tiba.. Rindu bermain basket.. tapi tiada yang bisa menemani.. Dalam dunia pekerjaan seperti ini.. Siapa teman sebaya yang bisa menemani? Usia sudah semakin matang.. pergerakan tentu tidak selincah dulu.. ketika usiaku masih muda..
Ah.. tapi tensi kejenuhan sedemikian menghantamku bertubi-tubi.. Aku pun mengambil air minum.. dan kemudian melangkah.. Kemudian aku mengambil bola basket yang ada di belakang tempat duduk-ku..
Lalu.. bermain basketlah aku.. seorang diri.. ya.. seorang diri.. Ada yang salah?
Dengan pakaian kerja lengkap.. karena tidak membawa pakaian olah raga.. Aku pun mulai bermain basket.. tentu hanya sekedar menepak-nepuk bola basket itu ke permukaan lapangan..
Bersamaan dengan keasyikanku bermain.. Himpitan yang kurasakan pun lepas.. Olah raga membuatku mampu melepaskan energi terpendamku.. Membuatku merasa lebih tenang dan rileks..
Dan.. aku mengambil posisi jarak tembak.. Ooohh.. masih sanggupkah aku melakukan shoot? setelah terakhir kali bermain basket saat SMA? puluhan tahun yang lampau?
Akh.. agak sedikit malu juga.. takut, kalau-kalau.. bolanya tidak masuk ke ring basket.. tapi.. Aku coba saja.. bukankah aku bahagia melakukannya?
Shoot pertama gagal.. membentur tiang, shoot ke-2 juga demikian.. Ooh.. aku sudah tua.. Umurku saat itu sudah 29 tahun.. Belum lagi karena mungkin aku melakukan shoot dengan pakaian kerja dan tidak bebas bergerak..
Tapi.. aku adalah aku.. Aku mencintai olah raga.. Bukankah mencoba sekali lagi tidaklah salah? Wahai jiwaku.. akupun terus mencobanya.. wah sudah lumayanlah.. sudah ada yang masuk tepat ke ring basketnya..
Ternyata pas masuk.. tiba-tiba ku dengar riuh rendah tepuk tangan anak-anak SD yang menontonku dari atas.. Ah.. ah.. betapa senangnya ketika bola basket itu masuk..
Dari sekitar hampir 90-100 kali usaha shoot bola.. yang masuk sekitar 30-35 bola.. Not bad lah.. untuk ukuran perempuan berusia 29 tahun..
Basket..
Entah mengapa engkau juga membuat anganku kembali ke masa lampau.. Pada waktu aku kecil.. saat aku SD di tahun 85-an.. Permainan yang populer saat itu adalah Bola Tangan.. Ah betapa nikmatnya menjadi rebutan teman-teman.. Yah.. karena aku diperebutkan untuk menjadi teman 1 Timnya.. Biar menang gitu.. Walau sebenarnya itu bukan jaminan lho..
Hidupku penuh warna.. Hidupku unik.. Aku tidak mahir bermain Basket.. Aku hanya suka berolah raga.. dan menyalurkan kerinduanku ke arah yang lebih positif dan membentuk kesehatan tubuhku..
Ah.. jiwaku.. Aku rindu.. Rindu masa mudaku..
Olah Raga.. diberikan TUHAN kepada kita untuk mengembangkan kesehatan jasmani.. sebagai wujud pemeliharaan TUHAN atas tubuh kita.. Melalui olah raga, kita diajarkan untuk sportif.. bekerja sama dan tidak egois (mentang-mentang kita jago di cabang olah raga tersebut)
Belajar mengakui kekalahan kita.. dan belajar untuk menjadi pemenang..
Aku rindu bermain basket.. Walaupun sekedar shoot bola saja..karena aku sudah tidak sekuat dulu.. Tidak masuk, tak apa-apa tokh? Bukan masalah masuk atau tidak, bukan? Tetapi semata karena masalah kesukaan.. Karena aku bukanlah pemain basket profesional..
Basket.. Betapa lincahnya engkau harus dipermainkan.. Aku suka melihat permainan para pemain.. lengkap dengan style yang amazing banget.. Setiap hendak memasukkan bola.. itu tontonan yang sangat menyenangkan.. Suatu aksi Slam dunk yang luar biasa.. mampu membuatku tertegun.. dan kemudian bersorak penuh gelora : "yes!! masuk!! keren banget!!"
Itulah gelora semangat kekaguman.. apresiasi untuk setiap pemain yang mampu mempersembahkan yang terbaik yang mereka punya..
My friends..
lihatlah.. betapa olah raga.. mampu sedemikian memikat kita.. Jadi olah ragalah.. Agar tubuhmu sehat.. Bukankah pepatah mengatakan :
Dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat?
Aku.. rindu bermain basket..
Bilakah?
19.17
Tampilkan postingan dengan label Hobiku... Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hobiku... Tampilkan semua postingan
Kamis, 06 Januari 2011
Selasa, 26 Oktober 2010
Kangen Main Volley..
Selasa, 26 Okt '10
17.31
Tiba-tiba, aku kangen main volley.. Ingat masa SMP dulu.. Saat untuk pertama kalinya aku bermain volley.
Waktu itu aku sempat mengalami pertandingan antar kelas juga walaupun kalah dan aku sempat berkali-kali kena smash..
Jempol kiri ku sempat terkilir.. tapi sudah diurut sih.
Sejak itu aku agak menghindar main volley..
Tapi setiap melihat orang main volley..
Aku rindu masa-masa itu.. Aku sering menonton pertandingan volley yang disiarkan secara live di TV atau pertandingan langsung di lapangan. Aku suka.. Aku rindu..
Hmm.. Di usiaku yang beranjak senja ini, aku pun beberapa kali ikut bermain..Bersama kawan-kawanku. Walau aku tidak pandai bermain. Aku tidak segesit dulu.. Aku tidak segagah dulu.. Aku menyadari.. umurku semakin beranjak senja.. Kekuatan tulangku tentu sudah mulai berkurang dan tidak segagah dulu. Aku tidak terlalu berani lagi bermain dengan kekuatan penuh seperti saat aku remaja dulu..
Aku suka melihat.. betapa tim volley akan berjuang sekuat tenaga untuk bisa menahan smash dari lawan atau mengembalikan serangan dengan memberikan kejutan smash balik.. Aku suka melihat perjuangan secara kolektif dalam tim. Bagaimana teman yang satu akan memberi semangat kepada teman lainnya pada saat dia sedang mendapat bola..
Aku suka dengan strategi untuk mencapai kemenangan. Aku suka dengan peluh keringat yang bercucuran dari wajah dan seluruh tubuh pemain.. Terbuanglah sudah semua racun bersamaan dengan keringat yang mengucur.. Itulah indahnya olah raga..
Aku suka memandang rona memerah di sekujur wajah dan kulit tangan setiap pemain.. Membayangkan jantung dan peredaran darah yang bekerja keras seiring meningkatnya denyut permainan. Aku suka semua realita biologis yang tampak seiring perjuangan para pemain.
Aku suka menikmati semangat yang berkobar di setiap pertandingan. Untuk setiap sportifitas yang dijunjung tinggi dalam permainan. Aku tidak bangga dengan tim yang menang tapi curang. Aku bangga dengan tim yang sekalipun kalah tapi mereka sudah berjuang sekuat tenaga.
Aku, manusia yang melihat proses.. Walaupun aku juga manusia yang terkadang ingin melihat hasil. Aku tahu, di dunia ini tidak ada yang sempurna. Tidak ada satupun manusia yang mampu bermain dengan jujur secara sempurna. Tapi aku suka dengan perjuangan untuk menjadi sempurna..
Bukankah manusia berproses?
Olah raga adalah salah satu pembuktian. Aku tidak mengerti dengan orang yang suka olah raga dan suka berkompetisi dalam pertandingan tetapi dalam kehidupan nyata mereka tidak sportif. Aku tidak mengerti mengapa sportifitas dalam olah raga terkadang tidak terbawa sampai ke dalam kehidupan keseharian?
Aku juga tidak mengerti mengapa disiplin olah raga tidak terbawa dalam kenyataan keseharian? Bisakah mata uang hanya terdiri atas 1 sisi saja? Bukankah koin memiliki 2 sisi yang melekat 1 dengan yang lainnya?
lagi-lagi aku paham..
Bukankah manusia terus berproses?
Sama seperti aku juga terus berproses..
Belajar dan terus belajar..
Aku kangen main volley..
Bilakah?
Aku,
penikmat volley yang beranjak senja..
18.09
17.31
Tiba-tiba, aku kangen main volley.. Ingat masa SMP dulu.. Saat untuk pertama kalinya aku bermain volley.
Waktu itu aku sempat mengalami pertandingan antar kelas juga walaupun kalah dan aku sempat berkali-kali kena smash..
Jempol kiri ku sempat terkilir.. tapi sudah diurut sih.
Sejak itu aku agak menghindar main volley..
Tapi setiap melihat orang main volley..
Aku rindu masa-masa itu.. Aku sering menonton pertandingan volley yang disiarkan secara live di TV atau pertandingan langsung di lapangan. Aku suka.. Aku rindu..
Hmm.. Di usiaku yang beranjak senja ini, aku pun beberapa kali ikut bermain..Bersama kawan-kawanku. Walau aku tidak pandai bermain. Aku tidak segesit dulu.. Aku tidak segagah dulu.. Aku menyadari.. umurku semakin beranjak senja.. Kekuatan tulangku tentu sudah mulai berkurang dan tidak segagah dulu. Aku tidak terlalu berani lagi bermain dengan kekuatan penuh seperti saat aku remaja dulu..
Aku suka melihat.. betapa tim volley akan berjuang sekuat tenaga untuk bisa menahan smash dari lawan atau mengembalikan serangan dengan memberikan kejutan smash balik.. Aku suka melihat perjuangan secara kolektif dalam tim. Bagaimana teman yang satu akan memberi semangat kepada teman lainnya pada saat dia sedang mendapat bola..
Aku suka dengan strategi untuk mencapai kemenangan. Aku suka dengan peluh keringat yang bercucuran dari wajah dan seluruh tubuh pemain.. Terbuanglah sudah semua racun bersamaan dengan keringat yang mengucur.. Itulah indahnya olah raga..
Aku suka memandang rona memerah di sekujur wajah dan kulit tangan setiap pemain.. Membayangkan jantung dan peredaran darah yang bekerja keras seiring meningkatnya denyut permainan. Aku suka semua realita biologis yang tampak seiring perjuangan para pemain.
Aku suka menikmati semangat yang berkobar di setiap pertandingan. Untuk setiap sportifitas yang dijunjung tinggi dalam permainan. Aku tidak bangga dengan tim yang menang tapi curang. Aku bangga dengan tim yang sekalipun kalah tapi mereka sudah berjuang sekuat tenaga.
Aku, manusia yang melihat proses.. Walaupun aku juga manusia yang terkadang ingin melihat hasil. Aku tahu, di dunia ini tidak ada yang sempurna. Tidak ada satupun manusia yang mampu bermain dengan jujur secara sempurna. Tapi aku suka dengan perjuangan untuk menjadi sempurna..
Bukankah manusia berproses?
Olah raga adalah salah satu pembuktian. Aku tidak mengerti dengan orang yang suka olah raga dan suka berkompetisi dalam pertandingan tetapi dalam kehidupan nyata mereka tidak sportif. Aku tidak mengerti mengapa sportifitas dalam olah raga terkadang tidak terbawa sampai ke dalam kehidupan keseharian?
Aku juga tidak mengerti mengapa disiplin olah raga tidak terbawa dalam kenyataan keseharian? Bisakah mata uang hanya terdiri atas 1 sisi saja? Bukankah koin memiliki 2 sisi yang melekat 1 dengan yang lainnya?
lagi-lagi aku paham..
Bukankah manusia terus berproses?
Sama seperti aku juga terus berproses..
Belajar dan terus belajar..
Aku kangen main volley..
Bilakah?
Aku,
penikmat volley yang beranjak senja..
18.09
Langganan:
Postingan (Atom)


