Kamis, 7 Okt '10
15.44
Ale Debatangku na Badia.. Ro do ahu tu ho ..
Di son do ahu.. sadia leleng nai o Debata..
alusonMu ahu? Ndang ahu boruM?
Apala lungun situtu do ahu..
I know, YOU are THE LIVING WATER..
Ma uas do ahu di hataM..
Gokhi ma rohangkon with YOUR HOLY WORDS..
Di son do ahu DEBATA.. dok ma HATAM..
Pangkulingi ahu o, TUHAN..
Adong do nasala na hubaen?
Dok ma HATAM..
Ahu boruM
16.10
Kamis, 07 Oktober 2010
Rabu, 06 Oktober 2010
may i .. ?
Rabu, 6 Okt '10
19.28
Aku merindumu.. sobat..
Bercakap-cakap denganmu
Membagi cerita hidupku denganmu
Seperti dulu..
Apakah engkau merasakan kerinduanku?
Cukup bagiku.. jika engkau mendengarku
Aku tahu, engkau bukanlah orang yang bisa memberi solusi dalam segala hal
Aku tidak menuntut itu..
Aku tahu, engkau bukanlah aku..
Dapatkah aku memperoleh ruang kecil di hidupmu?
Peluk aku dalam doamu..
may i..?
hug me
19.32
19.28
Aku merindumu.. sobat..
Bercakap-cakap denganmu
Membagi cerita hidupku denganmu
Seperti dulu..
Apakah engkau merasakan kerinduanku?
Cukup bagiku.. jika engkau mendengarku
Aku tahu, engkau bukanlah orang yang bisa memberi solusi dalam segala hal
Aku tidak menuntut itu..
Aku tahu, engkau bukanlah aku..
Dapatkah aku memperoleh ruang kecil di hidupmu?
Peluk aku dalam doamu..
may i..?
hug me
19.32
Selasa, 05 Oktober 2010
Terimalah Hormatku Ayah..
Selasa, 5 Okt '10
11.29
Ayah.. engkau sosok yang keras di mataku..
Tegas dan memiliki prinsip yang sulit digoyahkan
Tegap, tinggi dan kokoh..
Engkaulah yang mengajariku menulis
Membimbingku membaca
Dan mendidikku dengan suaramu yang menggelegar..
Aku ingat betapa jariku engkau pegang dan tekuk
Untuk mulai menulis : a , b, c dan seterusnya..
Tanganmu keras sekali ayah untuk membentuk huruf melalui jemariku yang kecil.
Lalu engkau mengajariku membaca : b-a ba, b-i bi, b-u bu dan seterusnya..
Suaramu keras ayah.. aku mendengarnya dengan jelas
Kalau aku salah, engkau menegurku..
Masih ingatkah ayah?
Engkau mengajariku berhitung?
Dari 1- 10 dan sampai 100?
Engkau mengajariku cara menghitung penjumlahan, pengurangan dan perkalian
11.29
Ayah.. engkau sosok yang keras di mataku..
Tegas dan memiliki prinsip yang sulit digoyahkan
Tegap, tinggi dan kokoh..
Engkaulah yang mengajariku menulis
Membimbingku membaca
Dan mendidikku dengan suaramu yang menggelegar..
Aku ingat betapa jariku engkau pegang dan tekuk
Untuk mulai menulis : a , b, c dan seterusnya..
Tanganmu keras sekali ayah untuk membentuk huruf melalui jemariku yang kecil.
Lalu engkau mengajariku membaca : b-a ba, b-i bi, b-u bu dan seterusnya..
Suaramu keras ayah.. aku mendengarnya dengan jelas
Kalau aku salah, engkau menegurku..
Masih ingatkah ayah?
Engkau mengajariku berhitung?
Dari 1- 10 dan sampai 100?
Engkau mengajariku cara menghitung penjumlahan, pengurangan dan perkalian
10 + 7 = ...
(12 - 5) x 6 = ...
110
26
____ -
....
Engkau mengajariku juga menghafal perkalian..
Jika aku salah menyebutkan engkau menegur ku
dan memintaku mengulangi kembali jawabanku
Lalu engkau berkata : "Apa? Bapak tidak dengar."
Aku pun mengulang kembali dengan rasa takut..
Ternyata jawabanku benar..
dan engkau berkata : "Bapak sudah tua, bapak tidak bisa jelas mendengar.."
Ayah.. engkau benar-benar tegas, galak dan keras..
Tapi aku berterimakasih kepadamu..
Kalau bukan engkau yang tegas mendidik dan mendisiplinku,
Mungkin aku akan menjadi manusia mencla-mencle tak berpendirian
Aku pasti tidak bisa membaca dengan baik
Kalau engkau bertanya, aku tidak boleh diam membisu..
Engkau selalu mendorongku untuk berbicara..
Mengungkapkan pemikiranku..
Engkau lah yang mengajariku berargumentasi
Belajar mendengar dan berpendapat..
Engkau mengajariku untuk tidak modah goyah
Engkau mengajariku berpikir dan mandiri
Walau aku masih bocah cilik..
Aku sering menangis ayah..
Pada waktu itu aku merasa engkau keras sekali..
AKu takut padamu ayah..
Tapi.. terimalah hormatku ayah..
Aku akan terus berbakti padamu..
Engkau telah berangsur senja..
Ayah, jangan sakit..
Kuatlah.. dampingi terus kami keluargamu..
Aku bisa seperti ini, karenamu ayah..
Terimalah hormatku..
Separuh kepribadianku didominasimu ayah..
Separuh lagi oleh engkau ibu..
Dan banyak hal lain dipengaruhi mereka yang kusebut lingkungan..
Ayah,
Sekarang aku sudah dewasa..
Mintalah ayah.. apa yang engkau inginkan lagi dariku?
Aku akan menjagamu ayah..
Seperti engkau menjagaku dulu..
Aku,
gadis cilikmu
11.48
Senin, 04 Oktober 2010
Bumbu Kehidupan..
Senin, 4 Okt' 10
17.33
Hidupku penuh bumbu..
Kuberi nama : bumbu kehidupan sebuah masakan lezat kehidupan
Ada cabe rawit kemarahan..
Cuka luka masa lalu
Asam pahit penderitaan
Garam getir keraguan
Tomat manis penghiburan
Lengkuas kepahitan
Labu siam kenyamanan hidup
Bayam kekuatan
Terkadang ada juga :
Pepaya karbitan.. kesannya saja matang.. tapi palsu..
Nasi gosong, terlelap hingar bingar kehidupan..
Semua sungguh memberi cita rasa yang berbeda:
Bahwa hidup pun ternyata penuh perjuangan yang sangat kuat
Ketika aroma kehidupanku dihirup banyak orang,
Banyak komentar yang kudengar
Tentu sesuai dengan selera lidah pilu manusia
Ada yang bilang,
"Pahit sekali aroma mu!"
Aku hanya terdiam..
Ada yang bilang,
"Cuka kehidupanmu menyeret kengerian.."
Aku pun hanya mendengarkan.
Tapi aku suka dengan engkau yang mengatakan:
Hidupku juga diwarnai tomat penghiburan..
dan bayam ratu kekuatan..
Semua bebas berkehendak.
Aku,
bumbu kehidupan
17.43
17.33
Hidupku penuh bumbu..
Kuberi nama : bumbu kehidupan sebuah masakan lezat kehidupan
Ada cabe rawit kemarahan..
Cuka luka masa lalu
Asam pahit penderitaan
Garam getir keraguan
Tomat manis penghiburan
Lengkuas kepahitan
Labu siam kenyamanan hidup
Bayam kekuatan
Terkadang ada juga :
Pepaya karbitan.. kesannya saja matang.. tapi palsu..
Nasi gosong, terlelap hingar bingar kehidupan..
Semua sungguh memberi cita rasa yang berbeda:
Bahwa hidup pun ternyata penuh perjuangan yang sangat kuat
Ketika aroma kehidupanku dihirup banyak orang,
Banyak komentar yang kudengar
Tentu sesuai dengan selera lidah pilu manusia
Ada yang bilang,
"Pahit sekali aroma mu!"
Aku hanya terdiam..
Ada yang bilang,
"Cuka kehidupanmu menyeret kengerian.."
Aku pun hanya mendengarkan.
Tapi aku suka dengan engkau yang mengatakan:
Hidupku juga diwarnai tomat penghiburan..
dan bayam ratu kekuatan..
Semua bebas berkehendak.
Aku,
bumbu kehidupan
17.43
Langganan:
Postingan (Atom)

