Kamis, 18 Agustus 2016

Aku Mencintamu..

Aku Mencintaimu..

13.20

Aku disergap kerinduan
padamu..
dan aku mencintaimu..
tanpa aku tahu mengapa

i love u..
pass me not..

13.21

Jumat, 10 Januari 2014

Engkaukah Itu?

15.09

Serasa mimpi..

Sudah puluhan kali aku menerima banyak pelukan dari anak-anakku..
Tetapi menerima hujanan pelukanmu waktu itu membuatku seakan tak percaya.

Engkaukah itu?

Sesungguhnya akulah manusia pemimpi yang masih bertahan hidup dalam pengharapanku akan mimpi-mimpiku suatu saat kelak mewujud..

Engkau datang seketika, seperti sekelebatan mata mengerjap :

Engkaupun muncul di hadapanku..
Sebenarnya waktu itu aku belum bisa menyadari apakah yang telah terjadi..
Nampaknya aku mengalami lompatan jiwa untuk sekian mili detik
sampai aku dapat merasakan pelukanmu menarikku sedemikian eratnya..
Aku merasa seperti mimpi..

Bahkan sampai saat ini.

Belum pernah aku merasakan hal seperti itu darimu..

Engkaukah itu?

Cerahnya wajahmu dan pesonamu yang semakin memikat.. Engkau selalu menampik itu dengan kerendahan hatimu.. Tapi sungguh.. Engkau semakin indah.. Jika aku bisa mengatakan banyak hal dalam ragam kias.. Maka aku mengatakan kepadamu : Engkau semakin matang, lekukmu melambai.. posturmu menjulang dan gesturmu (jika engkau mau : mampu menggoda siapapun - tapi jangan- itu pintaku)..

Aku sudah meyakininya sejak dahulu..

Kata-katamu meluncur sedemikian cepat dan aku sudah bisa menangkap
kecerdasan tutur bahasamu, tatap matamu, senyummu dan caramu bersikap..

Jiwamu di jiwaku..

Terbayar sudah tahun-tahun penuh penantian..
Ketika aku menangis dalam hening..

Pelukku seolah-olah tak terbayar, harapan seolah-olah tak berujung..
Aku menyalahkan diriku sendiri..

Yang kerap merindu, memeluk bayangmu dan menahan hati untukmu..

Aku tahu bahwa engkau bukanlah aku..
dan itu terus membuat tumpah air mataku..

Terkadang aku, seorang pemimpi ini:

mulai sering mengendurkan pelukanku..
Agar aku tidak sakit atas pengharapan..
atas hujaman rindu yang mendera batinku.

Engkaukah itu, anakku?

Mengapa engkau mengingat aku?
Mengapa engkau memelukku sedemikian erat?
Membuatku seperti kesulitan bernafas karena bahagia..

dan..

aku tak bisa menahan derai air mataku bersama isi hatiku ini anakku yang terkasih..

Terimakasih untuk pelukan hangatmu..
Aku merasa tidak pantas..

Aku seorang pemimpi..

Ketika tubuhku terus menerima eratnya pelukanmu, di dadaku, di bahuku..
Aku merasa sebagai manusia pemimpi yang masih belum bisa percaya akan kejadian itu..

Engkaukah itu, dekk?

Momen ketika engkau mencium kedua pipiku, aku sudah sedemikian bahagia..
Aku bisa merasakan bedanya.. Sungguh.

Tidakkah engkau ingin tahu apa yang terjadi pada saatku sekarang ini?
Air mataku tertumpah setiap kali aku mengingat engkau mencium keningku..

Aku merasa seperti seorang ibu yang mendapat cinta kasih dari anaknya..

Engkau membuatku menumpahkan semua air mataku saat ini..

Aku menikmati semua pelukanmu yang terasa sangat berbeda dari biasanya.. Aku mengenalmu hanya sederhana dari peristiwa sederhana di tahun-tahun lampau kita..

dan aku tidak pernah mengharapkan seindah ini.. Bagiku engkaulah mimpiku yang menjadi kenyataan saat ini..

Terimakasih karena engkau sudah mewujud dalam hidupku, Tara..

Aku,
manusia pemimpi..

16.55




Minggu, 20 Oktober 2013

Happy Anniversary.. Marriage..

Minggu, 20 Okt'13

12.55



I Korintus 13

Kasih..

Inilah renunganku..

Cinta-kasih-sayang : tidak cukup untuk modal menikah.. begitu kata banyak orang.. dan memang benar adanya.. Tapi apapun kata orang, satu hal yang tetap diperlukan dan diperjuangkan adalah.. Cinta-kasih-sayang..

Cinta adalah pondasi yang agung, luhur dan mulia.. yang membuat manusia berbeda jenis kelamin
mempersatukan ikatan cinta mereka dalam pernikahan yang kudus. Tapi ada lagi yang lebih utama sebagai pondasi terkuat dari semua pondasi yaitu cinta kasih TUHAN kepada kita yang telah berkenan memberikan cinta kasih itu kepada sepasang suami-isteri.

Bukan karena kemampuan, kecantikan, ketampanan, harta, kepintaran dsb yang membuat orang menikah.. Semua adalah anugerah Tuhan yang bekerja di antara kita manusia.. Oleh karena cinta itu berasal dari TUHAN maka biarlah DIA kita permuliakan dalam rumah tangga kita..

Aku mencintaimu dear husband.. Apapun yang terjadi dalam hidupmu berimbas di hidupku sebab aku merasakan engkaulah belahan jiwaku dan detak nada di hidupku.. Aku tak ingin melihat engkau menangis dan menderita sebab akupun merasakan air mata itu.. Sebab engkaulah jiwaku..

Suka duka telah kita lalui bersama, banyak hal yang telah kita lalui.. Banyak pernyataan iman dan pembelajaran indah yang TUHAN ijinkan : bahwa DIA berdaulat atas hidup kita.. Menyanyikan pujian syukur dan doa dalam petikan gitarmu membuat aku merasakan betapa indahnya rumah tangga Kristen yang takut akan TUHAN..

Tetapi banyak kekurangan juga yang telah kuperbuat karena aku sangat terbatas.. Engkau tahu aku sangat menghormatimu, mengasihimu dan menjadikanmu kepala dalam keluarga kita, karena aku diajar oleh TUHAN kita, engkaulah suamiku.. Sebagaimana aku tunduk kepada KRISTUS demikianlah aku tunduk terhadapmu..

Aku menyadari : kasih itu tulus adanya, terimakasih sudah mengasihiku dan menerima diriku..

Happy wedding dear husband..

-aku musafir kehidupan-

(bagiku: TUHAN terlalu baik kepadaku karena DIA memberikanmu untukku :
When GOD made you, He must have been thinking about me)

13.17


Jumat, 23 Agustus 2013

Apa Kabar?

21.02

Apa Kabar?

Kekuatan kalimat dalam tanda tanya penuh kerinduan..

Sapaan penuh nuansa, beraroma nostalgia masa lampau, tahun-tahun penuh tempaan, bentukan karakter dan peluk hangat penuh kasih sayang disertai rasa hormat..

Bukan kalimat basa-basi di awal pertemuan.. Dan kita mengetahuinya, karena detak jantung kita menjadi berbeda.. Sekujur tubuh kita diselimuti perasaan bahwa kita saling merindukan dan menantikan perjumpaan suatu saat kelak.. Rasa hormat akan selalu ada di antara kita..

Rindu, yang demikian hebatnya.. Ijinkanlah aku menyapamu,

"Apa kabarmu, nak?"

"Apa kabarmu, dekk?"

"Apa kabarmu, sayang?"

"Apa kabarmu, non?"

"Apa kabarmu, nona?"

"Hai bung, apa kabar?"

Aku merindukan kalian.. Apakah kalian baik-baik saja?  Dalam doaku, aku sebut nama kalian.. God knows, How much i love you : all... my beloved children.. Take care..

Diberkatilah kita semua oleh karena namaNYA yang Agung benar..
Aku selalu merindukan kalian..



-Cium sayang dan pelukan kasih untuk semua anak-anakku dalam TUHAN kita-

Aku,
bahagia ketika merindumu..

God bless..
21.13